Artikel ini gue buat berdasarkan pengalaman, bukti nyata dan keterangan beberapa makhluk lain yang gue rangkum jadi satu 1 artikel tanpa ada nya unsur-unsur rasisme dan melebih-lebihkan. Kalian bisa menilai sendiri bagaimanakan orang melayu itu dari kutipan-kutipan berikut:
1. a) Setiap hari gue berangkat sekolah naik KTM Komuter (keretaapi ber-AC). Setiap pagi gue berangkat bareng adek gue yang paling kecil yang masih bau kentut,umur nya 6 tahun,nama nya via. Rambut ikal berantakan, terurai basah karena keringetan. Perut bahenol, gerak tubuh arogan kaya belly dencer. Kalo mau kenalan hubungi kantor polisi terdekat. Back to topic, KTM selalu penuh kadang-kadang sampe menyesakan dada, sering nya sih gue sama via duduk di antara kursi ruas kanan dan kursi ruang kiri. Via selalu berdiri di belakang tas trolley nya yang besar yang selalu iya bangga-banggakan. Karena itu space di belakang nya jadi agak sempit. Ya ga papa sih selama gada yang lewat. Nah suatu hari, tiba-tiba dari belakang gue ada ibu-ibu melayu berkerudung lewat kenceng tanpa permisi dan ngedorong adek gue smp terjerembab. Tanpa bilang maaf ibu itu langsung mengambil posisi. Sungguh terlalu...
1. b) Masih di zona KTM dan tentang adik saya yang bernasip malang. Peraturan KTM adalah tempat duduk di utamakan buat orang tua lanjut usia, orang kurang upaya, ibu hamil, dan anak kecil/ibu-ibu yang bawa anak kecil. Kalo di Indonesia peraturan di buat untuk di langgar, tapi di malaysia peraturan di buat untuk di abaikan. Setiap naik KTM di stasiun tempat gue naik semua kursi udah sold out so gue and via selalu berdiri. Ke sekolah memakan waktu InsyaAllah 30 menit-an. Sesuai peraturan KTMB via tergolong anak yang diprioritaskan. Tapi apa? Most of the Malayan kalo via berdiri di depan nya dia langsung pura-pura tidur dan bersikap acuh. Padahal kalo gue kira-kira umur nya baru 20 tahunan dan masih bisa berdiri lebih kuat daripada anak umur 6 tahun. Yang lebih mengenaskan adalah orang-orang etnis China dan India lah yang sering memberi/berbagi tempat duduk sama via walaupun mereka udah tergolong usia lanjut tp belum tua.Ternyata kejadian ini bukan cuma dialami via pas sama gue, tapi juga pas sama nyokap. Berarti untuk case ini gue bukan pembawa sial...
2. Bicara tentang keramahan. Bisa di bilang perampok Indonesia masih lebih ramah daripada teller bank malaysia (adopted dr yaser). Most of the Malayan itu pingin menang sendiri, berhati baja, bermuka ketus kaya kedondong busuk dan senyum nya lebih mahal dari 1 ton berlian. Gak percaya? Sialahkan datang kesini dan rasakan sendiri...
3. Di malaysia yang indah dengan warga-warga nya yang terlena dengan teknologi canggih sumbangan Inggris ini, bangsa kita sangat di remehkan. Mereka marking our country with "bangsa yang identik dengan TKI". Dan mereka menyebut kita Indon yang berarti kurang bagus. gue juga g tau itu arti nya apan. Menurut gue negara ini sama sekali ga cocok disebut negara Islam. Hey malaysia, bangga kah kalian? Congrat then...
Thursday, March 19, 2009
Keganasan Orang Asli Malaysia (BumiPutra)
Masterpiece of DhiniDuta at 3:42 AM
Labels: Information
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 kata mereka:
yah.. din din.. dibilangin apa..
MALAY tuh, BEGO..
CINA tuh, PELIT..
INDIA tuh, TOLOL..
INDONESIA tuh, MANTEP CIUT !!
Post a Comment